Kacau

Dengan jemari-jemari ini, kuungkapkan semuanya disini. Lebih baik kulampiaskan dengan menulis, bukan? Daripada dengan hal-hal negatif lainnya.

Aku bingung memulainya darimana, dan yang jelas, perasaanku sangat kacau saat ini, entah mengapa. Aku merasakan banyak sekali beban yang harus aku emban, dan tidak ada seorangpun yang membantuku menyelesaikannya. Mungkin beban-beban ini memang harus kuselesaikan sendiri, mungkin Tuhan memang mempercayaiku untuk menyelesaikan masalah-masalah ini tanpa bantuan orang lain.

“Jika kau peduli berlebihan, kau akan mendapat rasa sakit. Jika kau tidak peduli sama sekali, kau akan kehilangannya.” 1 quote penuh makna yang sampai saat ini aku mengerti, tetapi tidak mengamalkannya dengan baik. Ya, aku tau. Aku sudah mencoba untuk menjadi terbiasa dengan tidak berlebihan, tetapi ada saja hal yang menghalangiku. Akhirnya aku jatuh di kalimat pertama.

Memangnya salah ya, berharap lebih terhadap seseorang? Berharap dia semakin sayang, semakin peka, semakin mengerti kita, semakin membimbing kita ke jalan yang lebih baik, semakin mendewasakan kita, dan yang terpenting, semakin perhatian pada kita. Apa itu semua salah? Atau mungkin berdosa?
Aku rindu dengan semua kenyataan itu, bukan sekedar impian dan khayalku saja, Tuhan. Aku ingin semuanya menjadi kenyataan. Mimpi-mimpi yang selalu menghantuiku, selalu membuatku iri terhadap mimpiku sendiri, aku merindukan semuanya.
Terkadang aku merasa malu terhadap diriku sendiri yang berharap sangat lebih seperti contoh-contoh di sekitarku. Benda mati-pun aku sering dengki-kan! Novel, cerbung, dan sebagainya yang selalu ber-happy ending. Meski banyak rintangan yang harus dilalui oleh tokoh di novel itu, akhirnya mereka bisa bersama-sama menjalani hidup dengan kata ‘saling’ dalam hubungan mereka. Well, jika tidak ada kata saling dalam suatu hubungan, yang ada rasa sakit, ya!

Tuhan... aku tau tidak ada manusia yang sempurna. Tetapi aku ingin orang yang kusayang selalu ada untukku, selalu ada disaat aku jatuh, selalu siap menjadi pundak untuk aku bersandar. Bukan sifat dengan ego tinggi yang mementingkan perasaannya sendiri. Tak bisakah aku mendapatkan itu semua? Karena selama ini aku rindu kenyataan-kenyataan indah seperti itu, yang hampir sangat lama aku tidak rasakan.
Tuhan... aku ingin mengucapkan banyak terimakasih kepadaMu, karena dengan akhir mengadu padaMu-lah, aku merasa lebih tenang, lebih yakin bahwa aku bisa menjalani ini semua, sampai nanti, sampai suatu saat semua akan indah pada waktunya. Meski Kau disana tidak memberi jawaban langsung doa-doaku, tapi aku yakin, Kau akan memberikan yang terbaik untukku...

Posting Lebih Baru Posting Lama

Leave a Reply