Juni 2013
Kacau
Menurutku
Perpisahan
Selasa, 25 Juni 2013 PUTERI Post 0
Well, aku kembali lagi setelah lama nggak ngepost :D
Pertama, mau ngucapin terimakasih kepada kedua orang tua, keluarga, temen-temen - especially PATIQUE UNIT - dan kamu, dan semuaaanya yang udah doain aku sejak awal persiapan menempuh UNAS sampe setelah tes masuk SMA ini :D Alhamdulillah 'Peringkat 7 The Best Ten SMP Negeri 1 Kraksaan' :)
Kedua, mau ngucapin selamat berpisah buat temen-temen yang udah dapet SMA, sukses buat kalian semua dimanapun kalian berada, jangan lupakan aku yaa! Kita kan teman :D
Dan buat temen-temen PU :( - yang udah selalu ada saat aku galau *wkwk*, yang nyemagatin aku, yang selalu dukung aku, yang selalu mau sukses ke depannya, yang selalu baik, dan nggak pelit *hihi* - makasih loh rek! Sukses selalu buat kaliaaaan! Jangan lupakan aku lho, tetep gila kya dlu ya, ngisruhin twitter, fb, soc net lainnya :D Jangan pernah lupain pengalaman-pengalaman selama ini. Meskipun kita udah nggak bisa guyon bareng, gila bareng, sedih bareng, narsis bareng dalam tempat, waktu, dan keadaan yang bersamaan. Jangan lupakaaaann yoo reekk! Terimakasih buat 3 tahun terakhir ini. I Love Them So Much! :* (@Elsatose, @puttramasari *ini aku*, @delaprit, @adeladelrd @yolandahertita @Evagustyaa @sehuxn)
Buat kamu - anak pertama dari pasangan Pak Imam dan Bu Sasik ._. - makasih juga ya pengalaman selama SMP ini sama kamu :D Aku udah belajar banyaaaak banget hal-hal lain dari kamu :) Makasih yaap, ily :* ({})
Buat anak-anak ZiebenA, OchoChe, 9ENIUS, terimakasih yaa buat kebaikan kalian :D
Terakhir, buat Bapak Ibu Guru SMP Negeri 1 Kraksaan, staf TU dan karyawan - :D - terimakasih banyak :)
Bakal kangen kalian semua rek, makasih ya atas semuanya selama ini. Jangan lupain aku. Jangan pernah nyesel pernah kenal aku :'D
With Love,
Puteri R :)
Untuk Mereka
Dimana saat aku sudah membuat keputusan secara bulat, kedua orang tuaku tidak menyetujuinya.
Rumit memang, jika seorang anak tidak sependapat dengan kedua orang tuanya. Mungkin, sebagian anak akan melampiaskannya dengan hal-hal yang positif, tapi tidak menutup kemungkinan juga mereka akan melampiaskan kemarahannya dengan hal-hal yang negatif.
Apakah takdir seorang anak - apalagi remaja - memang harus ditentukan orang tua? Menurutku tidak. Aku punya keinginan, dan keputusan sendiri. Dan jika mereka tidak sepenuhnya setuju dengan keinginanku, mengapa mereka menolak dengan mentah-mentah? Mengapa mereka sepenuhnya menatap benci kepadaku?
Aku tahu, ada peribahasa yang mengatakan bahwa mereka sudah pernah merasakan “asinnya garam dan manisnya gula”, oleh karena itu mereka berhak mengatur-ngatur semua keputusan dalam diriku. Tapi bisakah, bisakah mereka mengerti sedikit tentang kehidupanku di luar sana? Tolong jangan samakan kehidupanku yang sekarang dengan kehidupan mereka yang dulu, itu sangat beda. Dan bisakah mereka tidak mementingkan kepentingan mereka sendiri dengan mengubah keputusan-keputusan yang sudah aku ambil? Tidak bisakah mereka mempertimbangkan keputusan yang sudah aku ambil untuk diriku sendiri?
Categories
- ochocheocho.blogspot.com (2)
- Picture (1)
- Post (12)
- Quote (3)
- Song (2)


