Juni 2013

Jika kau mempunyai suatu benda yang amat kau sayangi, tetapi kau tidak menjaganya, membiarkannya rusak, hancur, dan terluka... apa kau akan selalu memiliki benda itu dengan utuh dan sempurna? Tidak. Dan yang akan terjadi, kau akan semakin membenci benda itu karena kau tau benda itu sudah tak sempurna seperti awal dulu, karena dirimu sendiri, yang tidak bisa menjaga dan menyayanginya dengan baik :')

Kacau

Dengan jemari-jemari ini, kuungkapkan semuanya disini. Lebih baik kulampiaskan dengan menulis, bukan? Daripada dengan hal-hal negatif lainnya.

Aku bingung memulainya darimana, dan yang jelas, perasaanku sangat kacau saat ini, entah mengapa. Aku merasakan banyak sekali beban yang harus aku emban, dan tidak ada seorangpun yang membantuku menyelesaikannya. Mungkin beban-beban ini memang harus kuselesaikan sendiri, mungkin Tuhan memang mempercayaiku untuk menyelesaikan masalah-masalah ini tanpa bantuan orang lain.

“Jika kau peduli berlebihan, kau akan mendapat rasa sakit. Jika kau tidak peduli sama sekali, kau akan kehilangannya.” 1 quote penuh makna yang sampai saat ini aku mengerti, tetapi tidak mengamalkannya dengan baik. Ya, aku tau. Aku sudah mencoba untuk menjadi terbiasa dengan tidak berlebihan, tetapi ada saja hal yang menghalangiku. Akhirnya aku jatuh di kalimat pertama.

Memangnya salah ya, berharap lebih terhadap seseorang? Berharap dia semakin sayang, semakin peka, semakin mengerti kita, semakin membimbing kita ke jalan yang lebih baik, semakin mendewasakan kita, dan yang terpenting, semakin perhatian pada kita. Apa itu semua salah? Atau mungkin berdosa?
Aku rindu dengan semua kenyataan itu, bukan sekedar impian dan khayalku saja, Tuhan. Aku ingin semuanya menjadi kenyataan. Mimpi-mimpi yang selalu menghantuiku, selalu membuatku iri terhadap mimpiku sendiri, aku merindukan semuanya.
Terkadang aku merasa malu terhadap diriku sendiri yang berharap sangat lebih seperti contoh-contoh di sekitarku. Benda mati-pun aku sering dengki-kan! Novel, cerbung, dan sebagainya yang selalu ber-happy ending. Meski banyak rintangan yang harus dilalui oleh tokoh di novel itu, akhirnya mereka bisa bersama-sama menjalani hidup dengan kata ‘saling’ dalam hubungan mereka. Well, jika tidak ada kata saling dalam suatu hubungan, yang ada rasa sakit, ya!

Tuhan... aku tau tidak ada manusia yang sempurna. Tetapi aku ingin orang yang kusayang selalu ada untukku, selalu ada disaat aku jatuh, selalu siap menjadi pundak untuk aku bersandar. Bukan sifat dengan ego tinggi yang mementingkan perasaannya sendiri. Tak bisakah aku mendapatkan itu semua? Karena selama ini aku rindu kenyataan-kenyataan indah seperti itu, yang hampir sangat lama aku tidak rasakan.
Tuhan... aku ingin mengucapkan banyak terimakasih kepadaMu, karena dengan akhir mengadu padaMu-lah, aku merasa lebih tenang, lebih yakin bahwa aku bisa menjalani ini semua, sampai nanti, sampai suatu saat semua akan indah pada waktunya. Meski Kau disana tidak memberi jawaban langsung doa-doaku, tapi aku yakin, Kau akan memberikan yang terbaik untukku...

Menurutku

Menurutku, wanita adalah makhluk ‘penerima’. Yah... penerima apa saja, penerima perasaan, cinta, kasih sayang, nafkah, teguran, nasihat, kemarahan, kebencian seseorang, kebanyakan kita lah yang menerimanya baik dari siapapun. Oleh karena itu, mungkin, di dunia ini sebagian besar wanita beranggapan bahwa mereka harus sabar dalam keadaan apapun, karena mereka tau mereka kuat dan mereka bisa menjalani apa yang harus mereka jalani, menempuh itu semua dengan sabar.

Apalagi ‘menunggu’. Menunggu hal yang pasti maupun tidak, itu juga yang harus dijalani oleh wanita.
Menunggu memang melelahkan, dan belum tentu hasil yang kita tunggu sesuai dengan apa yang kita harapkan, tetapi, semuanya akan terasa indah apabila kita menjalaninya dengan ikhlas, bukan? :’)
Menunggu bukan hanya diam, melainkan juga melakukan hal-hal positif yang meghasilkan hasil yang positif juga. Tentu saja semua itu harus dilakukan dengan tulus dan ikhlas, sepenuhnya. Bukan selalu menggerutu dan meminta semuanya dengan semaunya. Dan dengan berpikiran positif, mungkin hasilnya akan sesuai dengan keinginan kita.

Jadi wanita memang tidak mudah. Harus selalu bisa menerima dengan lapang dada, harus selalu bisa mengikhlaskan perasaan, harus bisa belajar dari pengalaman sebuah kehidupan, harus selalu bisa mencoba untuk membuat keadaan lebih baik lagi, harus selalu bisa menenangkan sebuah jiwa dan perasaan, dan yang paling penting, harus selalu bisa sabar menjalani kehidupan.

Perpisahan

Well, aku kembali lagi setelah lama nggak ngepost :D

Pertama, mau ngucapin terimakasih kepada kedua orang tua, keluarga, temen-temen - especially PATIQUE UNIT - dan kamu, dan semuaaanya yang udah doain aku sejak awal persiapan menempuh UNAS sampe setelah tes masuk SMA ini :D Alhamdulillah 'Peringkat 7 The Best Ten SMP Negeri 1 Kraksaan' :) 

Kedua, mau ngucapin selamat berpisah buat temen-temen yang udah dapet SMA, sukses buat kalian semua dimanapun kalian berada, jangan lupakan aku yaa! Kita kan teman :D

Dan buat temen-temen PU :( - yang udah selalu ada saat aku galau *wkwk*, yang nyemagatin aku, yang selalu dukung aku, yang selalu mau sukses ke depannya, yang selalu baik, dan nggak pelit *hihi* - makasih loh rek! Sukses selalu buat kaliaaaan! Jangan lupakan aku lho, tetep gila kya dlu ya, ngisruhin twitter, fb, soc net lainnya :D Jangan pernah lupain pengalaman-pengalaman selama ini. Meskipun kita udah nggak bisa guyon bareng, gila bareng, sedih bareng, narsis bareng dalam tempat, waktu, dan keadaan yang bersamaan. Jangan lupakaaaann yoo reekk! Terimakasih buat 3 tahun terakhir ini. I Love Them So Much! :* (@Elsatose, @puttramasari *ini aku*, @delaprit, @adeladelrd @yolandahertita @Evagustyaa @sehuxn)

Buat kamu - anak pertama dari pasangan Pak Imam dan Bu Sasik ._. - makasih juga ya pengalaman selama SMP ini sama kamu :D Aku udah belajar banyaaaak banget hal-hal lain dari kamu :) Makasih yaap, ily :* ({})

Buat anak-anak ZiebenA, OchoChe, 9ENIUS, terimakasih yaa buat kebaikan kalian :D

Terakhir, buat Bapak Ibu Guru SMP Negeri 1 Kraksaan, staf TU dan karyawan - :D - terimakasih banyak :)

Bakal kangen kalian semua rek, makasih ya atas semuanya selama ini. Jangan lupain aku. Jangan pernah nyesel pernah kenal aku :'D


With Love,
Puteri R :)

Untuk Mereka

Untuk mereka yang selalu tidak menyukai keinginan anaknya.
Mungkin, sebagian dari kalian - yang seumuran denganku – sering merasakan hal ini. 

Dimana saat aku sudah membuat keputusan secara bulat, kedua orang tuaku tidak menyetujuinya.

Rumit memang, jika seorang anak tidak sependapat dengan kedua orang tuanya. Mungkin, sebagian anak akan melampiaskannya dengan hal-hal yang positif, tapi tidak menutup kemungkinan juga mereka akan melampiaskan kemarahannya dengan hal-hal yang negatif.

Apakah takdir seorang anak - apalagi remaja - memang harus ditentukan orang tua? Menurutku tidak. Aku punya keinginan, dan keputusan sendiri. Dan jika mereka tidak sepenuhnya setuju dengan keinginanku, mengapa mereka menolak dengan mentah-mentah? Mengapa mereka sepenuhnya menatap benci kepadaku?

Aku tahu, ada peribahasa yang mengatakan bahwa mereka sudah pernah merasakan “asinnya garam dan manisnya gula”, oleh karena itu mereka berhak mengatur-ngatur semua keputusan dalam diriku. Tapi bisakah, bisakah mereka mengerti sedikit tentang kehidupanku di luar sana? Tolong jangan samakan kehidupanku yang sekarang dengan kehidupan mereka yang dulu, itu sangat beda. Dan bisakah mereka tidak mementingkan kepentingan mereka sendiri dengan mengubah keputusan-keputusan yang sudah aku ambil? Tidak bisakah mereka mempertimbangkan keputusan yang sudah aku ambil untuk diriku sendiri?

Postingan Lebih Baru Postingan Lama